Tumbler stainless bisa bertahan bertahun-tahun, tapi hampir semuanya berakhir dengan keluhan yang sama: bau yang tidak hilang meski sudah dicuci. Penyebabnya jarang ada di badan tumbler, dan cara mengatasinya cukup sederhana.
Badan tumbler berbahan stainless steel tidak menyerap bau. Yang menyerap adalah karet silikon pada tutup dan celah di sekitar ulir.
Sebagian besar tutup tumbler bisa dilepas karet silikonnya. Lepaskan, cuci terpisah, dan keringkan sepenuhnya. Kalau bau masih ada setelah itu, rendam karetnya dalam larutan air hangat dan cuka selama tiga puluh menit, lalu bilas bersih.
Kalau karetnya sudah menguning dan berbau meski sudah direndam, gantilah. Karet silikon adalah bagian yang memang aus, bukan tanda tumblernya rusak.
Lapisan cokelat di bagian dalam adalah tanin yang mengendap, bukan kotoran biasa — jadi menggosoknya lebih keras tidak akan membantu.
Cara yang berhasil: isi tumbler dengan air panas, tambahkan satu sendok makan soda kue, diamkan semalam, lalu bilas keesokan hari. Untuk noda yang membandel, ulangi dengan menambahkan sedikit cuka.
Untuk tumbler dengan laser grafir, praktis tidak ada perawatan khusus — logonya adalah bagian dari logam itu sendiri.
Untuk tumbler dengan print UV, hindari menggosok area bercetak dengan spons kasar, dan hindari merendam lama dalam air bersabun panas. Cuci bagian luar dengan kain lembut saja.
Dirawat seperti ini, tumbler stainless 304 wajar bertahan lima tahun atau lebih dengan pemakaian harian.